Home ยป Tata Cara Tes GeNose C19 di Stasiun

Tata Cara Tes GeNose C19 di Stasiun

Tes GeNose C19 kini resmi dapat digunakan sebagai syarat perjalanan jauh dengan menggunakan kereta api. Tes deteksi Covid-19 ini bisa dilakukan dengan harga sangat terjangkau dibandingkan tes Rapid Antigen maupun tes PCR, tentunya masyarakat sangat terbantu, termasuk aku! Jadi bisa mudik bolak-balik seperti biasanya, deh. Tapi, seberapa besar persentase alat pendeteksi ini mampu mendeteksi adanya virus Covid-19? Apakah kita bisa bepergian dengan aman?

Alat tes GeNose C19 ini merupakan alat temuan dari para ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada. Tes pendeteksi Covid-19 ini dapat dideteksi melalui embusan nafas saja, lho. Jadi, buat kalian yang takut hidung dan tenggorokannya dicolok-colok, tes ini sangat aman dan praktis! Aku sendiri tidak mengerti bagaimana cara alat tersebut bekerja, namun, dilansir dari Alodokter.com, bisa mendeteksi virus Corona melalui senyawa organik yang mudah menguap volatile organic compound (VOC), yang mana terbentuk dari infeksi virus Corona bersamaan dengan embusan nafas. Karena penderita Covid-19 mempunyai VOC lebih tinggi dari orang yang sehat.

Sebelum diterapkan tentunya tes ini sudah melalui uji profiling terlebih dahulu, ya. Dari 600 sampel yang dilakukan pada Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 Bambanglipuro, Yogyakarta, data menunjukkan tingkat akurasi hingga 97%. Akan tetapi, VOC pun bisa terdapat pada pasien penyakit asma, maupun kanker paru-paru. Sehingga, membutuhkan tes lebih lanjut untuk mendeteksi virus Corona secara spesifik. Walaupun begitu, aku pikir tes ini layak untuk screening penderita gangguan-gangguan pernafasan termasuk Covid-19, ya. Makanya, aku sendiri berani mencoba melakukan tes ini untuk mudik menggunakan kereta api.

Nah, pada awal pengenalan tes GeNose ini hanya dapat dilakukan di Stasiun Pasar Senen Jakarta dan Stasiun Tugu Yogyakarta saja, tapi sejak 1 April 2021 daftar stasiun yang melayani tes ini semakin bertambah. Termasuk kota kecil seperti kampungku, Stasiun Pekalongan juga melayani tes ini, seneng deh bisa kembali ke Jakarta tanpa ribet (semoga hasilnya negatif, ya!). Kalian bisa cek daftar stasiun di sini.

Lalu, berikut adalah pengalamanku mengikuti tes ini di Stasiun Pasar Senen Jakarta. Berdasarkan informasi yang aku kumpulkan, katanya kalau tes jangan mepet-mepet waktu keberangkatan. Sediakanlah paling tidak H-1 untuk menghindari penuhnya antrian. Toh, tes GeNose ini berlaku hingga 1×24 jam. Karena aku akan menggunakan kereta pagi pukul 08:55, jadi aku mengikuti tes saat malam hari, usai jam kerja. Aku tes pada hari Jum’at, pukul 18:30. Ternyata sesuai dugaanku, antrian tes tidak mengular bahkan cenderung sepi. Sedangkan, saat esok pagi aku ke stasiun, antriannya sangat panjang! Memang, banyak berita yang menghimbau untuk datang pagi-pagi karena biasanya pagi itu malah ramai.

Arahan menuju tempat tes GeNose atau Antigen di stasiun ini sangat jelas, ya. Apalagi sekarang Stasiun Pasar Senen Jakarta sudah bagus sekali dan memiliki ruang tunggu yang luas. Akan ada petugas satpam sebelum masuk garis atrian yang akan memberikan secarik kertas antrian. Lalu, barulah kita mengantri menuju loket pendaftaran yang sekaligus menjadi loket pembayaran. Aku lupa menghitung ada berapa loket, tapi sepertinya ada 5 atau 6 loket yang tersedia. Di sana, kita akan dimintai KTP atau tanda pengenal lain dan juga kode booking kereta. Dengan membayar Rp 30,000, kita akan mendapatkan barcode yang ditempel pada KTP juga seperangkat kantong plastik untuk mewadahi embusan nafas kita.

Perlu diperhatikan adalah cara mengembuskan nafas ke kantong plastik tersebut. Pada ujung kantong terdapat katup berwarna biru. Agak sulit melepaskan katup untuk membuka jalur udara masuk ke kantong, jadi berhati-hatilah saat mendorongnya agar tidak keluar dari plastik. Jika sudah terbuka, berikut adalah tata cara mengembuskan nafas.

  1. Bernafas melalui hidung dan mengembuskannya melalui mulut ke kantong sebanyak tiga kali. 
  2. Dengan masker tertutup, embuskan nafas ke kantong sebanyak dua kali. 
  3. Sedangkan nafas ketiga adalah embusan untuk meniup kantong hingga terisi penuh.
  4. Lalu segera tutup kembali katup biru sebelum mengeluatkan kantong dari mulut. 
Walaupun disuruh buang nafas tanpa melepas masker, tetap saja banyak yang auto buka masker saat buang nafas.

Langkah yang mudah, bukan? Jika sudah terkunci rapat, tarohlah kantong tersebut pada loket-loket pengumpulan kantong. Lalu, kita bisa segera meninggalkan stasiun tanpa antri menunggu hasil, karena kita bisa melihat hasil melalui barcode yang telah ditempel pada KTP kita tadi. Praktis, kan? Besoknya di stasiun, kita tinggal tunjukkan saja hasil tes melalui layar ponsel.

Selama perjalanan, walaupun hasil semua penumpang tesebut adalah negatif, tetap kita harus melakukan perjalanan dengan mengikuti protokol kesehatan, ya. Biasanya di gerbong nanti, para kondektur juga akan mengukur suhu kita di tengah-tengah perjalanan. Sehingga, menurutku perjalanan kereta api dengan tes GeNose C19 ini sudah cukup membuat perjalanan panjangku tetap aman dan nyaman.

Kalian, sudah adakah yang mencoba tes GeNose CT19?

Share:

3 Comments

  1. April 12, 2021 / 3:18 pm

    aku belum pernah tes genose ct19 nih kak, soalnya masih stay at home ajaaa setahunan ini

  2. May 6, 2021 / 11:00 pm

    belum pernah tes genose, seminggu lalu habis melakukan perjalanan 4 jam, tapi ga dimintai genose, mungkin karna masih 1 provinsi itungannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *