Home ยป Steak Enak di Jakarta, Street Steak Restoran.

Steak Enak di Jakarta, Street Steak Restoran.

Becoming a vegetarian is a huge missed STEAK.

Spontan kami langsung tertawa ketika melihat sebuah papan quote yang digantung pada salah satu sudut dinding di salah satu restoran steak enak di Jakarta, Street Steak, Kelapa Gading. Kami suka quote ini karena kami suka daging dan selalu menyayangkan para vegetarian (tanpa bermaksud menyinggung pihak mana pun)!

Malam itu, kami random saja memilih sebuah restoran di Boulevard Kelapa Gading yang merupakan surganya kuliner. Aku sendiri sebagai anak rantau yang baru pindah di sekitaran Kelapa Gading, masih belum familier dengan area ini, jadi ngikut saja ketika teman-teman mengajak untuk makan steak. Toh, I love steak, walaupun jarang sekali makan daging steak mengingat harganya yang suka bikin sayang dompet.

Pilihan kami jatuh pada Street Steak di antara beberapa pilihan restoran steak lainnya, karena restoran ini menggunakan hot stone sebagai piring steak, jadi kasarannya kita akan makan daging di atas “kompor”nya. Cukup menarik, bukan?

Saat masuk ke restoran ternyata cukup ramai karena hampir semua meja terisi. Ada yang pergi berdua, ada juga yang berkelompok pergi dengan keluarga atau teman-temannya. Jadi, aku menduga harga steak di sini cukup terjangkau. Di setiap meja terdapat selebaran promosi saat ini yang sekaligus berfungsi sebagai alas piring nanti. Wah, ternyata sedang ada promo Buy 1 Get 1 untuk beberapa pilihan daging. Aku langsung mengajak teman untuk pilih promo tersebut. Pilihan jatuh pada 250gr daging Korean Han Woo, karena temanku ini sedang tergila-gila dengan Korea. Aku, sih, makan apa saja ok, jadi kami pesan langsung tanpa berlama-lama memilih. Sedangkan teman lain memilih 200gr daging Hollywood Walk Steak (Wagyu Rib Eye) dengan diskon 15%. Kami bertiga sama-sama pesan untuk tingkat kematangan medium, dan saus mushroom.

Sambil menunggu pesanan, kami menikmati suasana restoran yang cukup nyaman dan bersih. Pada setiap meja terdapat hand sanitizer dan spray sanitizer. Meja pun ditata dengan mengikuti protokol kesehatan, tidak saling berdempetan. Para staff juga ramah dan sigap ketika menjelaskan menu. So far, kami puas dengan pelayanannya hingga akhir. Tersedia juga celemek untuk dipakai saat makan, agar menghindari noda. Good!

Begitu pesanan datang, suara daging terbakar di hot stone langsung menggugah selera. Masing-masing daging kami dibalur dengan bumbu dan taburan biji wijen putih. Di bawah daging terdapat beberapa potongan bawang bombay yang sedah mulai gosong. Buru-buru, aku langsung makan bawang bombaynya terlebih dahulu.

Hot Stone Grill ini benar-benar panas dan tahan memanggang bahkan hingga dagingmu habis! Jadi, pastikan pesan daging dengan tingkat kematangan rare atau medium rare. Karena punyaku ujung-ujungnya langsung matang. Huhu, padahal aku tidak begitu suka daging yang matang, jadi harus mengesampingkan sayuran dan mashed potato yang disajikan untuk fokus makan semua daging terlebih dahulu. Selain itu, ternyata agak ribet juga makan di atas Hot Stone Grill karena sering terkena cipratan minyak daging dan baju jadi ikutan bau asap daging. Tapi tentunya ada sensasi tersendiri makan daging langsung dari “kompor” yang mengepul.

Kami bertiga sepakat bahwa daging yang dimasak kurang berbumbu, jadi masing-masing menambahkan lada bubuk dan garam yang tersaji di setiap meja. Selain itu ada saus tobasco dan saus tomat lainnya. Sedangkan sayuran yang tersaji hanya berupa jagung dan beberapa helai kacang buncis yang dipanggang. Untuk rasa saus jamurnya sendiri bagiku enak-enak saja, tapi sepertinya daging steak-ku akan lebih pas jika disandingkan dengan saus barbeque. Lalu bagiku sendiri rasa mashed potatonya sangat lembut tapi kurang creamy dan agak hambar.

Jadi, apakah steak di Street Steak ini merupakah salah satu steak enak di Jakarta? Hmm, bagiku dengan berbagai promosi yang diberikan cukup layak untuk dicoba. Apalagi dengan porsi daging yang besar-besar, tentunya worth it.

Apakah ada yang pernah coba juga makan di sini? Bagaimana menurutmu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *